MEMBANGUN BELAS KASIH DIRI MAHASISWA MELALUI WORKSHOP BRIEF MINDFUL SELF-COMPASSION DI IAIN CURUP BENGKULU
Thrisia Febrianti, Nabila Fuadina, Nurwinda Sulistyawati
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat July 10, 2025 Peer reviewed DOI: 10.36728/ganesha.v5i2.5168
Summary
Mahasiswa di era digital menghadapi tantangan emosional yang kompleks, dan pendekatan Mindful Self-Compassion (MSC) dapat membantu. Dalam workshop hybrid pada 7 September 2024, 50 mahasiswa belajar tentang MSC dan praktiknya, termasuk teknik untuk mengurangi self-judgment. Evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap kondisi batin dan motivasi untuk bersikap lebih lembut terhadap diri sendiri. Pelatihan MSC ini dapat menjadi alternatif intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.
Study at a glance
| Sample size | 50 |
|---|---|
| Population | mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN Curup |
| Key finding | Pelatihan Mindful Self-Compassion dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi mahasiswa untuk bersikap lebih lembut terhadap diri sendiri. |
Abstract
Mahasiswa di era digital menghadapi tantangan emosional yang kompleks, mulai dari tekanan akademik, multitasking, kecemasan masa depan, hingga kelelahan mental. Untuk merespons kebutuhan ini, pendekatan Mindful Self-Compassion (MSC) ditawarkan sebagai strategi psikoedukatif yang berfokus pada penguatan kesadaran diri dan penerimaan tanpa penghakiman. MSC mengintegrasikan mindfulness (kesadaran penuh) dan self-compassion (belas kasih diri) melalui tiga pilar utama: self-kindness, common humanity, dan mindfulness. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan konsep dasar MSC dan memberikan pelatihan praktis kepada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN Curup. Workshop dilaksanakan secara hybrid pada 7 September 2024 dan diikuti oleh 50 mahasiswa. Materi disampaikan oleh tiga narasumber dengan fokus pada pengenalan kebiasaan negatif seperti self-judgment dan over-identification, serta latihan praktis seperti self-compassion break, teknik "STOP", afirmasi positif, dan eksplorasi self-compassion melalui tulisan. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kesadaran terhadap kondisi batin sendiri, serta motivasi untuk bersikap lebih lembut dan manusiawi terhadap diri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan MSC dalam format singkat dapat menjadi alternatif intervensi promotif dalam meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.