Mindfulness dalam Seni: Peran Meditasi Buddhis dalam Pengembangan Ekspresi Artistik dan Tantangan Kontemporer
Novita Kumalasari, Julia Surya, Kinanti Dyah Ayu Puspita Retno Putri, Yaka Paweja
JERUMI Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary June 12, 2026 DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8184 via OpenAlex
Summary
AI-generated from the abstractBuddhist meditation enhances artistic expression by fostering mindfulness, emptiness, and non-conceptual experience, improving artists' psychological quality, creativity, and performativity. Applications include zazen in performance, insight meditation in painting, breathwork in vocal arts, sonic meditation in music, and movement meditation in martial arts. Challenges include time constraints, cultural barriers, limited empirical evidence, and institutional resistance. Buddhist meditation holds potential as an integrative approach for artistic development and spiritual transformation, though further empirical research and contextual implementation models are needed.
Study at a glance
| Characteristics | Qualitative literature review with content analysis Peer reviewed |
|---|---|
| Keywords | Qualitative research Quality philosophy Psychology Sociology Political science |
| Key finding | Buddhist meditation contributes significantly to artists' psychological quality, creativity, and performativity across multiple art disciplines, though its application faces challenges such as time constraints, cultural barriers, limited empirical evidence, and institutional resistance. |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran meditasi Buddhis dalam pengembangan ekspresi artistik serta mengidentifikasi tantangan penerapannya dalam konteks seni kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode tinjauan pustaka dengan analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Buddhis, seni tidak hanya dipahami sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai praktik meditatif yang menekankan kesadaran penuh (mindfulness), kekosongan, dan pengalaman non-konseptual. Meditasi Buddhis terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas psikologis, kreativitas, serta performativitas seniman. Implementasi meditasi ditemukan dalam berbagai disiplin seni, seperti zazen dalam seni peran, meditasi insight dalam seni lukis, praktik pernapasan dalam seni vokal, meditasi sonik dalam musik, serta meditasi gerak dalam seni bela diri, yang seluruhnya berlandaskan pada integrasi kesadaran dan tubuh. Namun demikian, penerapannya menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan waktu, hambatan budaya, keterbatasan bukti empiris, serta resistensi institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meditasi Buddhis memiliki potensi besar sebagai pendekatan integratif dalam seni untuk mendukung pengembangan artistik sekaligus transformasi spiritual, meskipun diperlukan penguatan kajian empiris dan pengembangan model implementasi yang kontekstual.